Welcome at IrawanSoft! Place of Free Software.....Stay Tune at:IrawanSoft

Senin, 29 Desember 2014

Pesawat Canggih Australia Ini Siap Cari AirAsia QZ8501

AP-3C Orion punya sejumlah sensor visual maritim.

Pesawat AU AP-3C Orion Australia
 Meski dinyatakan tidak ada warganya yang menjadi penumpang di pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura, namun Australia turut bergabung untuk mencari burung besi yang diduga menghilang di sekitar perairan Bangka Belitung pada Minggu pagi, 28 Desember 2014.
Seperti diberitakan ABC News, Senin, 29 Desember 2014, negeri Kangguru melalui Departemen Pertahanan Australia, mengerahkan pesawat Angkatan Udara AP-3C Orion. Pesawat ini sebelumnya telah digunakan untuk mencari pesawat Malaysia Airline MH370 di lepas pantai Australia Barat pada awal tahun ini.

Saat ini, pesawat AP-3C Orion telah diterbangkan di Bandara Darwin, Australia pada Senin pagi waktu setempat. AP-3C Orion akan ikut bergabung dalam melakukan pencarian pesawat milik AirAsia dengan pihak lainnya.



"Pesawat AP-3C Orion memiliki kemampuan dengan terbukti, baik dalam pencarian dan penyelamatan dengan memiliki radar pencarian maritim ditambah dengan teknologi infra merah dan sensor eletro optik untuk mendukung kemampuan pengamatan visual yang telah disediakan dengan awak yang terlatih," kata Marsekal Mark Binskin dilansir laman Gizmodo.com.au.Selain itu, radar dan pengawasan elektronik yang dimiliki pesawat ini dapat mendeteksi dan mengidentifikasi target yang diinginkan dengan jarak pandang jauh lebih panjang.

Dalam AP-3C Orion dapat menampung kru hingga 13 orang mulai dari dua pilot (kapten dan co-pilot), dua isinyur penerbangan, koordinator taktis, navigator, petugas kerja sensor, dan enam analis elektronik udara.

Autralia menawarkan pengiriman pesawat AP-3C Orion ini dengan alasan dapat mendeteksi QZ8501 yang diperkirakan jatuh di bawah dasar laut, sehingga diperlukan teknologi yang dapat menunjang pencarian tersebut.

"Saat ini kami menduga bahwa pesawat berada di dasar laut," ujar Bambang Soelistyo selaku Kepala Badan SAR Nasional (BASARNAS).

Seperti diketahui, pesawat Air Asia QZ8501 terbang dari Bandara Juanda pada Minggu pagi dengan rute Surabaya-Singapura. Namun, pada pukul 07.24 WIB, pesawat tersebut hilang kontak dengan kontrol lalu lintas udara.

Adapun para penumpang yang terdapat di dalam pesawat 155 penumpang, dimana 137 penumpang dewasa, 17 penumpang anak-anak dan 1 penumpang bayi. Dalam pesawat QZ8501 terdapat pula 7 Warga Negara Asing, yakni 1 warga Singapura, 1 Malaysia, 1 Prancis, 1 Inggris, dan 3 warga Korea Selatan.

-Sumber Viva.co.id


 Stay Tune at:IrawanSoft