Sama-sama lepas landas dari Bandara Djuanda.
Pesawat AirAsia
Dalam
tujuh tahun terakhir dua tragedi transportasi udara mewarnai sejarah
penerbangan di Indonesia. Kedua tragedi penerbangan itu memiliki banyak
kesamaan, di antaranya bandara lepas landas, waktu dinyatakan hilang dan
ketinggian terbang saat dinyatakan hilang.
Tragedi pertama menimpa Pesawat Adam Air Boeing 737-400.
Tragedi itu terjadi pada tanggal 1 Januari 2007 lalu, Adam Air dengan nomor 574 tujuan Bandara Sam Ratulangi, Manado hilang kontak dua jam setelah lepas landas dari Bandara Djuanda.
Pesawat lepas landas pada pukul 12.55 WIB dari Bandara Juanda (SUB), Surabaya dan dilaporkan hilang kontak dengan Pengatur lalu-lintas udara (ATC) Bandara Hasanuddin Makasar setelah kontak terakhir pada 14.53 WITA.
Pada saat putus kontak, posisi pesawat berada pada jarak 85 mil laut barat laut Kota Makassar pada ketinggian 35.000 kaki.
Tragedi serupa menimpa Pesawat Air Asia QZ 8501 tujuan Singapura, Minggu, 28 Desember 2014.
Pesawat tipe Airbus A320-200 yang mengangkut 155 penumpang, dikabarkan hilang kontak juga dua jam setelah lepas landas dari Bandara Djuanda.
Air Asia nahas lepas landas dari Bandara Djuanda, Jawa Timur, pukul 05.36 WIB dan resmi dinyatakan kehilangan pada pukul 07.55 WIB. Pesawat dinyatakan hilang saat terbang pada ketinggian 38.000 kaki.
Kedua pesawat hilang kontak setelah sama-sama lepas landas dari Bandara Djuanda, dilaporkan hilang setelah dua jam terbang dan hilang di ketinggian di atas 35.000 kaki.
Dengan kesamaan yang dimiliki kedua tragedi ini. Apakah Air Asia juga akan bernasib sama dengan Adam Air. Hilang dan ditemukan setelah 4 tahun kemudian tanpa bisa dievakuasi?
Tragedi pertama menimpa Pesawat Adam Air Boeing 737-400.
Tragedi itu terjadi pada tanggal 1 Januari 2007 lalu, Adam Air dengan nomor 574 tujuan Bandara Sam Ratulangi, Manado hilang kontak dua jam setelah lepas landas dari Bandara Djuanda.
Pesawat lepas landas pada pukul 12.55 WIB dari Bandara Juanda (SUB), Surabaya dan dilaporkan hilang kontak dengan Pengatur lalu-lintas udara (ATC) Bandara Hasanuddin Makasar setelah kontak terakhir pada 14.53 WITA.
Pada saat putus kontak, posisi pesawat berada pada jarak 85 mil laut barat laut Kota Makassar pada ketinggian 35.000 kaki.
Tragedi serupa menimpa Pesawat Air Asia QZ 8501 tujuan Singapura, Minggu, 28 Desember 2014.
Pesawat tipe Airbus A320-200 yang mengangkut 155 penumpang, dikabarkan hilang kontak juga dua jam setelah lepas landas dari Bandara Djuanda.
Air Asia nahas lepas landas dari Bandara Djuanda, Jawa Timur, pukul 05.36 WIB dan resmi dinyatakan kehilangan pada pukul 07.55 WIB. Pesawat dinyatakan hilang saat terbang pada ketinggian 38.000 kaki.
Kedua pesawat hilang kontak setelah sama-sama lepas landas dari Bandara Djuanda, dilaporkan hilang setelah dua jam terbang dan hilang di ketinggian di atas 35.000 kaki.
Dengan kesamaan yang dimiliki kedua tragedi ini. Apakah Air Asia juga akan bernasib sama dengan Adam Air. Hilang dan ditemukan setelah 4 tahun kemudian tanpa bisa dievakuasi?
Sumber:Viva.co.id
Stay Tune at:IrawanSoft